sembilan belas tahun aku berlayar mengarungi hidup ini,baru skrng kapalku karam di lautan tak berombak,layar ku terbang bersama harapanku,anak buak kapalku pergi meninggalkan kesetiaanya,kompasku rusak tak menunjuk arah manapun layaknya tujuan hidupku,hanya ada sekoci kecil tanpa dayung semangat yang bisa menyelamatkanku,tapi aku sadar dengan itu aku hanya akan terombang-ambing dalam samudra kekecewaan,tak pernah selamat dan tidak akan menemukan daratan harapan.harta karun yang aku cita-citakan nampak jauh dariku bahkan mustahil aku dapat,yang ada hanya peta usang layaknya janji palsu dan kebohongan.
–original post–
kapten kapal
Muchammad Fakhruzzaman Al Faisal

pengagum kamu
January 23, 2012 at 12:16 pm
kata-kata yang kamu rangkai menjadi kalimat yang indah dan kalimat indah itu jadi paragraf yang begitu nyama dibaca..
Walaupun berat aku rela buatin kamu sekoci yang kokoh untuk melawan ombak ditengah lautan dan temanin kamu ke daratan walaupun tanpa peta usang karena aku tahu rute perjalan kita, hingga menemukan harta karun yang kita inginkan